Dies Natalies SMA 1 Pekalongan ke-65 dan Pengembangan Potensi Non-Akademik Siswa

Dies Natalis ke-65 SMAN 1 Pekalongan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan yang diharapkan mampu mengembangkan potensi siswa terutama di bidang non akademik. Setelah berhari-hari berkutat dengan pembelajaran di ruang kelas, siswa selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 15-16 September 2017 bergembira bersama dalam kegiatan yang meriah penuh warna dan kreativitas , mengusung tema SMANSA La Vida, blow the wind around the world, yang selaras dengan salah satu visi SMA 1 yang ingin mewujudkan sekolah berwawasan global.

Oleh panitia, siswa SMA 1 dikelompokkan dalam 9 negara-negara besar dunia yaitu kelompok Jepang, Inggris, Belanda, India, Arab, Tiongkok, Korea, Perancis dan Italia.  Tiap kelompok harus menampilkan pertunjukan yang berbeda-beda sesuai dengan ‘negara’ mereka. Mereka juga harus membuka café ala Negara mereka di kelas-kelas yang disulap menjadi café dengan penataan yang apik penuh pernak pernik ala negaranya. Mereka menjual makanan khas negara masing-masing. Siswa-siswi SMA 1 Pekalongan sangat kreatif memodifikasi ruang kelas sehingga membuat pengunjung yang terdiri dari siswa, alumni, dan orang tua siswa, tertarik untuk bertamu ke café mereka. Salah satu café mengaku mendapatkan income lebih dari Rp. 1 juta rupiah untuk penjualan selama setengah hari di hari Sabtunya.

Satu hal yang membanggakan dari selebrasi dies Natalis ke-65 tahun ini adalah bahwa berbagai potensi non akademik siswa dikembangkan dan diapresiasi. Berikut bakat dan potensi yang coba ditumbuhkembangkan dalam kegiatan dies Natalis kali ini :

  • Kewirausahaan

Setelah pada hari pertama, hari Jumat, Mas Muhammad Fajrin Rasyid, Alumni lulusan 2004, CFO Bukalapak, memberikan seminar kewirausahaan, esok harinya, di hari Sabtu, siswa membuka lapak berupa café di ruang kelas yang ditata sesuai negara mereka. Mereka menjual makanan dan minuman khas ‘negara’mereka, walaupun tentu bahan-bahannya disesuaikan dengan bahan lokal. Kreativitas mereka patut diacungi jempol.

  • Seni Musik, Seni suara, Seni Peran, Seni Tari, dan Seni Lukis

Penampilan-penampilan seni yang disuguhkan oleh siswa meliputi seni musik, seni suara, seni tari , seni peran dan seni lukis. Untuk menyajikan penampilan yang luar biasa, siswa-siswi SMANSA, di tengah-tengah kesibukan ulangan dan mengerjakan tugas, mereka menyempatkan diri untuk berlatih musik, menari, menyanyi dan bermain peran. Untuk penampilan yang melibatkan orang banyak, mereka harus lebih bersabar karena tidak mudah menghasilkan gerakan yang kompak dan serempak.

Pengembangan seni lukis dituangkan dalam lomba mural, menghias dinding di halaman belakang yang dilakukan secara berkelompok.

  • Memasak

Dalam kegiatan lomba yang bertajuk Mister Chef, siswa putra ditantang untuk bisa memasak dengan bahan-bahan yang disediakan oleh panitia. Kegiatan ini sangat seru karena memasak untuk anak laki-laki bukanlah kegiatan yang biasa mereka lakukan. Ada berbagai scene lucu di tengah-tengah proses mematangkan dan menyajikan masakan. Sebelumnya, mereka di minta mengambil undian apakah mereka harus memasak balado terong, ca kangkung, opor tempe tahu, cap cay, atau oseng tempe/ buncis.

  • Human Relation

Panitia, yang terdiri dari pengurus OSIS 2016/2017, telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan besar yang membutuhkan dana tidak sedikit. Untuk penggalangan dana, panitia melibatkan sponsorship dan mereka harus door-to-door, office-to-office, mengajukan proposal kegiatan. Tentu hal ini menempa mereka untuk cakap dalam berkomunikasi dengan orang lain. Permasalahan-permasalahan yang mereka temui di lapangan membuat mereka menjadi tahu bagaimana seharusnya bertindak dan berkata-kata. Dengan kegiatan ini, siswa berlatih dan mengasah keterampilan berinteraksi dengan orang lain, dalam hal ini orang yang lebih tua dari mereka yang notabene tidak mereka kenal. Selain itu, dalam penyelenggaraan kegiatan, tentu mereka terlibat dalam pergesekan-pergesekan ide dan keinginan, yang ini tentu memaksa mereka untuk bisa mengkomunikasikannya dengan baik sembari belajar untuk bertenggang rasa. Human relation skill panita benar-benar diasah dalam seluruh hingar bingar dan kemeriahan perayaan Dies Natalis ke-65 ini. 

  • Manajemen dan Problem Solving

Ada berbagai kendala yang panitia hadapi mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.  Dari berbagai masalah yang mereka hadapi , ada banyak pelajaran berharga yang mereka dapatkan. Kemampuan manajerial dan problem solving mereka akan semakin baik bila mereka mampu memaknai positif segala persoalan yang muncul dan menjadi poin evaluasi supaya kesalahan yang sama tidak terulang di kegiatan-kegiatan berikutnya.

Akhirnya, selamat untuk seluruh panitia dan guru yang terlibat dalam suksesnya penyelenggaraan Dies Natalis ke-65 SMAN 1 Pekalongan. Semoga semuanya bermanfaat dan meninggalkan kesan baik yang tak terlupakan. Viva SMANSA.

 

(Indah Muslichatun, Humas dan SDM)

Leave a Reply

%d bloggers like this: